Terkini di PLD:
Loading...

UIN Sunan Kalijaga Raih Inclusive Education Award

Bertempat di Gelanggang Olah Raga Lila Bhuana Denpasar Bali, Senin (18/11) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar, kembali menggelar Anugerah Penghargan Pendidikan Inklusif 2013 sebagai wujud apresiasi terhadap mereka yang telah memberikan kontribusi besar pada kemajuan pendidikan inklusif.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. H Musa Asy’arie adalah salah satu penerima anugerah Inclusive Education Award kategori perguruan tinggi, bersama dengan Rektor Unibraw. Sampai saat ini Inclusive Education Award adalah penghargaan tertinggi di Indonesia untuk Pendidikan Inklusi. Penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini diserahkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemendikbud, Hamid Muhammad, M.Sc., Ph.D

Komitmen dalam Pendidikan Inklusi

Ditemui seusai menerima inklusive Award, Musa Asya’rie menyampaikan, penyediaan fasilitas bagi mahasiswa difabel merupakan komitmen dan upaya UIN Suka menjadi kampus inklusif yang dimulai sejak tahun 2007. Komitmen ini selanjutnya diwujudkan dengan kebijakan-kebijakan praktis yang bermuara pada terciptanya aksesbilitas fisik dan non fisik serta upaya pada mensistematisasikan kebijakan afirmatif tata kelola dan struktur organisasi UIN.” Isu disabilitas adalah isu peradaban, yang selanjutnya kita jadikan sebagai salah satu core UIN Sunan Kalijaga”, tambah Musa.

Ketua Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Suka, Arif Maftuhin, M.Ag., yang juga turut hadir dalam acara Inclusive Award mengatakan, Kebijakan Rektor yang paling signifikan dalam konteks inklusi adalah mengubah status PSLD menjadi lembaga struktural dalam organisasi tata kelola UIN Suka. Kebijakan yang di tetapkan pada Maret 2013 ini, merupakan perwujudan yang paling nyata dari komitmen UIN menuju kampus inklusif, dan jelas memiliki implikasi yang sangat luas pada mahasiswa difabel yang saat ini berjumlah 40 orang mahasiswa. “ Dengan kebijakan ini diharapkan mulai tahun 2014, aksesibilitas UIN Suka menjadi gerakan yang terstruktur dan sitematis pada semua unit: fakultas, layanan akademik dan pendukung akademik serta layanan fisik”, tutur Maftuhin.

Maftuhin menambahkan, bahwa Inklusi adalah ideologi dan proses, karenanya UIN tidak ingin terburu mengklaim sebagai Universitas inklusif. Namun Prof. Dr. Musa Asyarie dalam kepemimpinanya telah membawa UIN selangkah lebih dekat menuju cita-cita Inklusif. (Ridwan)

Kabar terkait ...

0 comments