Terkini di PLD:
Loading...
,

PLD Goes to School


Tahun-tahun sebelumnya, Pusat Layanan Difabel menyelenggarakan FGD Prauniversitas dengan mengundang beberapa sekolah inklusif di Yogyakarta. Tahun ini, Pusat Layanan Difabel terjun langsung menjemput bola ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi  mengenai pendidikan tinggi bagi siswa difabel. Kegiatan “PLD Goes to School” ini dilakukan dari tanggal 26 Maret hingga 29 Maret 2019. Sekolah yang dituju merupakan sekolah yang telah menyelenggarakan pendidikan inklusif. Salah satu sekolah yang dikunjungi PLD adalah SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta (28/3/2019).

Kegiatan yang dihadiri oleh 15 orang peserta yang terdiri atas siswa difabel kelas XII (tujuh siswa tuli dan satu siswa slow learner), guru, dan relawan PLD ini diselenggarakan di ruang rapat SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dan disambut dengan hangat oleh guru fisika yang menjabat sebagai koordinator pendidikan inklusi, Dwiratna, S. Pd. Kegiatan ini dilaksanakan setelah siswa difabel selesai ujian.

PLD mengirimkan staf riset Ragil Ristiyanti sebagai narasumber dan Irfan Fahmi Noryadi sebagai juru bahasa isyarat. Sosialisasi diisi dengan menjelaskan layanan PLD dan gambaran dunia perkuliahan. Sosisalisasi berlangsung dengan interaktif, karena siswa difabel sangat antusias dengan kegiatan ini, banyak yang bertanya mengenai jurusan kuliah “Apakah saya seorang tuli bisa kuliah di UIN jurusan apa saja?” dan ada juga yang bertanya tentang proses pembelajaran di bangku universitas “Bagaimana tuli kalo kuliah? Apakah ada kelas sendiri atau  belajar bersama dengan yang lain di kelas yang sama?” atau bertanya “Kuliah itu ada UKK (Ujian Kenaikan Kelas) tidak? Atau bertanya tentang kegiatan di luar kuliah seperti “Bagaimana komunikasi teman dengan kami yang tuli?” dan banyak pertanyaan lainnya.

Kegiatan berakhir dengan ramah tamah dan foto bersama peserta. Koordinator inklusi menyampaikan terima kasihnya atas terlaksananya kegiatan ini. Menurut Dwiratna, kegiatan PLD Goes to School sangat membantu mereka dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan para orang tua siswa difabel yang sedang mencari informasi tentang perguruan tinggi karena pihak sekolah disibukkan dengan kegiatan ujian sehingga belum sempat menemui PLD untuk menanyakan hal tersebut. Beliau juga mengatakan pihaknya selalu membuka pintu kapan saja untuk PLD dalam kegiatan apa pun mengenai pendidikan inklusif. Doa turut dihaturkan oleh koordinator inklusi tersebut agar kegiatan kunjung sekolah selanjutnya berjalan lancar dan sukses.   

Kabar terkait ...

0 comments