Terkini di PLD:
Loading...
, , ,

Satu Dasawarsa PLD: Bercermin Masa Lalu, Melangkah Pasti Ke Masa Depan

Diskusi Panel

Milad ke-10 PLD UIN Sunan Kalijaga jatuh bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Selasa (2/5).  Pada peringatan kali ini PLD mengadakan acara yang bertema “Bercermin Masa Lalu, Melangkah Pasti Ke Masa Depan”, bertempat di Convention Hall Lt.1 UIN Sunan Kalijaga.
Sebelum acara dimulai, penonton disuguhi dua buah lagu yang dibawakan oleh Forsi Band. Terdapat empat buah sambutan pada acara Milad Ke-10 PLD . Sambutan pertama disampaikan oleh Priyatno, sebagai perwakilan alumni UIN Sunan Kalijaga. Ia mengatakan kehadiran PLD merupakan suatu keharusan bagi setiap kampus. Sambutan kedua mewakili wali mahasiswa difabel yakni, Suprapto. Ia mengapresiasi PLD yang telah membantu mengurangi hambatan para mahasiswa difabel untuk menjalani perkuliahan.
Sambutan ketiga, mewakili Ketua PLD yang berhalangan hadir karena sakit, Asep Jahidin. Terakhir, sambutan mewakili rektor UIN Sunan Kalijaga, disampaikan oleh Sahiron Syamsuddin. Ia menegaskan bahwa kehadiran PLD merupakan usaha sekaligus bukti bahwa UIN Sunan Kalijaga mempunai konsen yang sangat tinggi terhadap kehidupan kampus yang inklusif. Inklusif sendiri merupakan core value UIN Sunan Kalijaga yang terus dipertahankan. Sahiron menambahkan, bahwa civitas akademik UIN Sunan Kalijaga, terutama PLD untuk tidak segan-segan mengatakan keinginannya demi terwujudnya kampus yang inklusif. “Feel free to say something”, imbuh Sahiron.
Diskusi Panel: Temu alumni dan Dialog Bersama Rektor
PLD mengundang alumi UIN Sunan Kalijaga yang berkecimpung aktif di PLD ( dulu PSLD) baik relawan maupun difabel. Mereka membagi cerita suka dan duka ketika berkecimpung di PLD pada awal berdiri. PLD berdiri pada tanggal 2 Mei 2007 denga nama PSLD (Pusat Studi dan Layanan Difabel).
Turut Hadir pula, Ro’fah Makin dan Muhrisun Afandi. Ro’fah menegaskan bahwa inklusivitas masih menjadi persoalan hati yang menuntut keikhlasan dalam membantu. Relawan sendiri yang merupakan urat nadi PLD diharapkan menggali keahlian dan meningkatkan profesionalime dalam mendampingi difabel.

Muhrisun Afandi, mewakili rektor, menyadari bahwa PLD masih belum sepenuhnya mengurangi hambatan difabel karena masalah yang dihadapi berkaitan dengan difabel sangat kompleks. Oleh karena itu, Muhrisun membuka tangan untuk menerima segala masukan dan kritikan demi terciptanya kehidupan inklusif yang ramah terhadap difabel di lingkup UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Keluarga Besar PLD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Peringatan Milad ke-10 PLD ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan pantomim dan deklarasi puisi dari difabel Tuli.

You Might Also Like

0 comments

About me

Like us on Facebook