Terkini di PLD:
Loading...
,

PLD Luncurkan Indonesian Conference on Disability Studies and Inclusive Education (ICODIE)


Dalam dua dekade terakhir, gerakan disabilitas di Indonesia terus menguat dan berhasil mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan di tingkat nasional maupun lokal. Pemerintan Indonesia meratifikasi CRPD pada tahun  2011 dan dilanjutkan dengan lahirnya  UU no  8, 2016 tentang hak penyandang Disabilitas.   CRPD  dan UU No 8 2016 menawarkan perubahan besar dalam memahami disabilitas  dengan mengakomodir apa yang kerap disebut sosial model of disability. Pendekatan ini melihat disabilitas sebagai isu sosial politik – bukan individu--  dan menggunakan framework hak asasi (human right) dengan tujuan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas dalam semua domain.

UU No 8/2016 juga memberikan mandat kepada Pendidikan Tinggi di Indonesia  untuk  menjamin  partisipasi penyandang disabilitas di Perguruan Tinggi. Sejak 2007, sebelum CRPD lahir, UIN Sunan Kalijaga sudah memiliki komitmen untuk melakukan pemenuhan hak penyandang disabilitas dengan mendirikan Pusat layanan Difabel (PLD).  PLD, sebagai pusat layanan  paling awal di Indonesia, memiliki tujuan untuk tidak saja mendorong peningkatan partisipasi penyandang disabilitas pada pendidikan tinggi di Indonesia,  tetapi juga menjadikan disabilitas sebagai kajian sebuah akademik.

Dalam sejarahnya,  kajian disabilitas (disability studies) merupakan kajian multi dan interdisplin yang mencoba menengok kembali makna, konsekuensi dan konstruksi disabilitas. Lahir pada dekade 1980s dan merupakan bagian integral dari  gerakan dan aktivisme disabilitas di Inggris maupun US, kajian disabilitas menawarkan paling tidak dua  karakter penting: (1) mengubah perspesi “deficit” (kekurangan individu) yang selama ini menjadi pendekatan dominan dalam melihat disabilitas; (2) mengkaji budaya, kebijakan, sejarah dan literature  pada konteks lokal maupun internasional untuk memposisikan isu disabiltas dalam konteks luas; (3) melibatkan  penyandang disabilitas dalam knowledge production  terkait isu disabilitas. Dengan fokus tersebut disability studies  diharapkan mampu memenuhi beberapa tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, memastikan terjadi link yang jelas antara riset, kebijakan dan praktis serta membantu pemenuhan hak dan  peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas.


Dalam konteks inilah PLD UIN Sunan Kalijaga mengangap penting untuk mempertegas perkembangan disabilitas sebagai sebuah kajian akademik di Indonesia. Ini semakin  penting mengingat  kajian disabilitas yang ada masih sangat di dominasi oleh narasi Barat dengan segala konteks sosial budayanya, dan karenanya kontribusi  Indonesia  sebagai bagian dari  budaya Timur atau, kini kerap juga disebut Global South menjadi sangat vital untuk memperkaya narasi dan perspektif dalam kajian disabilitas.

Salah satu upaya yang dilakukan PLD  adalah menyelenggarakan konferensi terkait disabilitas dan pendidikan inklusif. Konferensi yang akan diselenggarakan secara tahunan ini akan menjadi media interdisiplin bagi akademisi, mahasiswa, praktisi, aktivis dan pemegang kebijakan untuk berbagi penelitian dan pengalaman dalam berbagai isu terkait disabilitas termasuk inovasi, trend terbaru, sekaligus  tantangan, peluang dan solusi yang bisa diadopsi oleh kajian disabilitas.  Ada berbagai tema yang ditawarkan dalam konferensi ini diantaranya pendidikan inklusif, disabilitas dalam kajian agama dan budaya, disabilitas dan gender, kesejahteraan sosial dan kesehatan , disabilitas dan bencana serta tema lainnya. 

You Might Also Like

0 comments