Terkini di PLD:
Loading...

Monthly DisabiliTea Edisi Desember: Peraga Taktual Model Atom untuk Tunanetra

Suasana diskusi Monthly DisabiliTea yang santai
Monthly DisabiliTea Bulan Desember (23/12) mengangkat tema tentang “Pengembangan Alat Peraga Taktual Model Atom Siswa Tunanetra Kelas VIII.” Acara ini bertempat di kantor Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Minggu tenang menjelang Ujian Akhir Semester tak menyurutkan semangat para peserta yang datang untuk menghadiri diskusi bulanan PLD yang kali ini menghadirkan pembicara Wahyu Triningsih, S.Pd.Si, alumni Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga dan dipandu oleh Iis Ernawati sebagai moderatornya.

Diskusi diawali dengan presentasi materi dari pembicara. Wahyu Triningsih terinspirasi dari kakak tingkatnya yang kala itu membuat alat peraga untuk tunanetra, ia pun menjadi tertarik. Need assesment  dilakukan dengan melakukan observasi kepada siswa-siswa Sekolah Luar Biasa YAAT Klaten dan Madrasah Tsanawiyah Yaketunis Yogyakarta. Di sana ia menemukan sistem pembelajarannya masih bersifat sederhana dan belum ada alat peraga untuk memahami konsep teori. Siswa sekadar mendengarkan lalu mencatatnya saja. Guru kesulitan memvisualisasikan konsep model atom dalam pelajaran Fisika dan Kimia. 

Berangkat dari masalah itu tercetuslah ide pengembangan alat peraga taktual model atom untuk siswa tunanetra yang hasil akhirnya dilengkapi dengan buku panduan yang berisi penjelasan masing-masing model atom, kelebihan, kekurangannya dan soal-soal latihan. Model penelitian dengan menggunakan pengembangan Research and Development  ini mendapat nilai sangat baik dari para penilai dan layak diajarkan di sekolah-sekolah.

Kemudian diskusi dilanjutkan dengan percobaan alat peraga oleh salah satu peserta. Prima, mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam melakukan uji coba. Ia memberikan komentarnya bahwa alat peraga ini mengingatkan dia pada pelajaran Sekolah Menengah Pertama mengenai perkembangan model atom. Kala itu dari masa ke masa atom mengalami perkembangan, dari mulai model atom Dalton yang digambarkan dalam bentuk bola, model atom Thomson yang berbentuk bola padat bermuatan listrik positif serta mengandung sejumlah elektron bermuatan listrik negatif yang tersebar di seluruh atom, model atom Rutherford tersusun atas inti atom dan elektron-elektron yang bergerak mengelilingi inti atom, dan terakhir model atom Niels Bohr yang merupakan penyempurnaan dari model atom sebelumnya, elektron beredar mengelilingi inti atom pada lintasan stabil tertentu yang dikenal sebagai orbit lintasan stasioner. 
Para peserta tunanetra mencoba langsung peraga taktual karya Wahyu Triningsih
Memasuki sesi tanya-jawab muncul berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta. Andi, Relawan Sasana Integrasi Advokasi Difabel (SIGAB) menanyakan apakah alat peraga ini sudah disebarkan ke sekolah-sekolah SLB, Wahyu menjawab alat ini baru diberikan ke 2 sekolah tadi. Ia juga belum mencari hasil perkiraan kenaikan nilai dari peserta didik setelah melakukan praktek, sehingga belum bisa disebarluaskan. 

Menyambung pertanyaan Andi, Yuni mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia menanyakan apakah ada rencana melakukan penelitian tentang implementasi alat peraga -  apakah benar-benar bisa meningkatkan minat belajar dan nilai siswa, Wahyu menjawab belum, “Mungkin dapat dilakukan oleh Mbak Yuni sebagai bahan penelitian atau skripsi,” timpal moderator. Selanjutnya Bowo memberikan tanggapan, “Itu kan alat peraga tentang benda padat, terus bagaimana jika melakukan pengembangan alat peraga tentang benda cair misal pengenalan asam sulfat,” Wahyu menjawab belum ada, “Mungkin dapat dilakukan dengan pembuatan alat peraga mengenai ikatan-ikatannya,” jelasnya. 

Diskusi bersama Wahyu Triningsih ini sekaligus menutup rangkaian Monthly DisabiliTea tahun 2014. Monthly DisabiliTea 2015 akan segera hadir lagi bulan Januari mendatang. (iis/pld)

You Might Also Like

1 comments

About me

Like us on Facebook